Blog Nuzil

Blog Nuzil

Perbedaan Orang Sibuk Dan Produktif

Blog Nuzil - Pada dasarnya, orang sibuk tidaklah sama dengan orang produktif. Dan orang yang merasa produktif juga tidak sama dengan orang yang menjadi produktif. Setiap orang bisa menjadi orang sibuk dan bisa menjadi produktif. Semua itu tergantung bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka. Dan berikut adalah perbedaan orang sibuk dan orang produktif.

1. Orang Sibuk Ingin Terlihat Seperti Mereka Mempunyai Misi - Orang Produktif Memiliki Misi Untuk Hidup Mereka
Orang sibuk adalah orang yang menyembunyikan keraguan tentang tujuan mereka dengan bertindak percaya diri dalam langkah-langkah mereka. Berbeda dengan orang produktif, mereka bertindak cukup jelas pada tujuan mereka. Bahkan ketika mereka ragu pada tujuannya, orang lain mampu melihat keraguannya.

2. Orang Sibuk Memiliki Banyak Prioritas - Orang Produktif Memiliki Beberapa Prioritas
Orang sibuk dan orang produktif
Skala Prioritas
Tidak ada yang terlalu sibuk, jika mereka peduli pada waktu mereka. Kesuksesan hidup ditentukan oleh prioritas. Jika kamu memiliki tiga prioritas, kamu akan lebih fokus menjalaninya. Namun, jika kamu memiliki 25 prioritas, bisa dipastikan hidupmu akan berantakan.
Orang-orang yang sukses menjalani bisnisnya, mereka tidak membuat produknya menjadi lebih baik, tetapi membangun sistem yang lebih baik agar produknya dapat menjadi lebih baik. Sebaliknya, orang-orang yang sibuk selalu berusaha untuk membuat produknya lebih baik tanpa mengembangkan sistem yang lebih baik untuk menciptakan produknya.

3. Orang Sibuk Mengatakan Ya Dengan Cepat - Orang Produktif Mengatakan Ya Dengan Perlahan
Mengatakan ya memang kedengarannya cukup mudah bagi sebagian orang. Namun jika semua hal yang ditawarkan padamu selalu kamu sanggupi, kamu akan menjadi orang yang super sibuk dan yang terjadi kamu tidak akan bisa menepati semuanya. Dengan begitu orang-orang akan kehilangan kepercayaan terhadapmu.
Berbeda dengan orang produktif, sebelum mereka menyanggupi hal-hal yang ditawarkan padanya, mereka bertanya dulu pada diri sendiri; apakah aku sanggup menerima hal itu? Apakah tawaran itu nanti bisa membuat waktuku menjadi berantakan? Setelah itu baru mereka memilih antar ya dan tidak.

4. Orang Sibuk Fokus Pada Tindakan - Orang Produktif Fokus Pada Kejelasan Sebelum Bertindak
Agar kamu bisa fokus pada tindakan yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendapat kejelasan dari tindakan yang ingin kamu lakukan. Sumber daya terbesar yang pernah memandumu dalam menjalani kehidupanmu adalah pengalaman pribadimu. Jadi jika kamu lebih fokus pada kejelasan sebelum mengambil tindakan, cara kerjamu akan menjadi lebih efektif.

5. Orang Sibuk Menjaga Semua Pintu Terbuka - Orang Produktif Menutup Pintu
Ketika kamu masih muda, melakukan banyak hal sangatlah baik agar memiliki banyak pengalaman. Belajar bahasa, belajar teknologi, pergi ke kampus, dan berbagai hal lain yang perlu untuk dipelajari. Namun pada titik tertentu, ada saatnya kamu harus melepas sebagian pilihan agar kamu bisa lebih fokus menjalani kehidupanmu. Jika tujuan kamu di tahun ini bisa menguasai pemograman web misalnya, setidaknya setahun kemudian kamu sudah harus bisa membuat sebuah website.

6. Orang Sibuk Berbicara Tentang Kesibukan Mereka - Orang Produktif Membiarkan Hasil Mereka Yang Berbicara
Ini adalah sesuatu yang harus kamu pahami. Orang sibuk selalu membicarakan kesibukan mereka seolah-olah mereka tidak ingin di ganggu. Hal itu karena mereka dituntut untuk memproduksi sesuatu. Sedangkan orang produktif tidak pernah membicarakan kesibukan mereka, mereka membiarkan hasil mereka yang berbicara.
Sebagai orang bijak tentunya tidak akan menanyakan apa yang sedang orang sibuk lakukan, tetapi bertanya tentang apa yang sudah mereka ciptakan. Hasil kinerja masa lalu adalah satu-satunya indikator yang baik dari kinerja masa depan.
Merasa produktif tidak sama dengan menjadi produktif. Ini Penting, sebagai contoh saya pribadi; aku merasa produktif jika bisa membuat postingan ini dan aku akan menjadi produktif jika postingan ini dapat membatu orang lain menjadi lebih baik.

7. Orang Sibuk Berbicara Tentang Betapa Sedikit Waktu Yang Mereka Miliki - Orang Produktif Membuat Waktu Untuk Sesuatu Yang Penting
Setiap waktu yang kita habiskan untuk beralasan tentunya tidak dihabiskan untuk menciptakan sesuatu. Jika kamu membiarkan dirimu untuk membuat alasan, kamu hanya akan pandai beralasan dengan lebih sempurna. Orang produktif tidak menggunakan waktu sebagai alasan, mereka memahami apakah tindakan yang mereka lakukan bisa efektif untuk mendukung nilai-nilai dan tujuan mereka. Jika tidak mereka tidak akan melakukannya, bahkan jika mereka tidak bekerja seharipun.
Lebih baik melakukan sesuatu dari pada tidak melakukan apa-apa memang kelihatannya baik. Namun yang terbaik, lakukanlah sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai tertinggimu. Jika tidak bukankah lebih baik kamu diam?

8. Orang Sibuk Banyak Hal Yang Dilakukan - Orang Produktif Fokus Pada Beberapa Hal
Orang-orang produktif memahami pentingnya fokus pada tujuan mereka. Apakah kamu pernah mengetahui teknik pomodoro?. Teknik ini mungkin terlihat brutal bagi yang belum terbiasa, namun sangatlah efektif.

9. Orang Sibuk Merespon Dengan Cepat Semua Notification - Orang Produktif Mengambil Waktu Mereka
Saat ini banyak sekali notification atau pemberitahuan yang muncul dari berbagai aplikasi seperti; jejaringan sosial, website, email dan lain-lain. Notification adalah prioritas orang lain, dan bukanlah milikmu. Jika kamu menanggapi semuanya, kamu hanya akan menjadi orang yang selalu memprioritaskan orang lain tanpa berfikir untuk waktumu sendiri.

10. Orang Sibuk Ingin Orang Lain Menjadi Sibuk - Orang Produktif Ingin Orang Lain Menjadi Efektif
Kebanyakan dalam dunia kerja di Indonesia, seorang manajer atau bos mengukur kerja anak buahnya dengan aktivitas. Berbeda dengan manager yang produktif, tolak ukur mereka adalah hasil dari pekerjaan tersebut. Manager sibuk, tidak membiarkan anak buahnya santai, memiliki banyak waktu dan tidak mempedulikan apakah anak buahnya menikmati pekerjaan atau tidak. Manager produktif suka melihat orang lain menikmati pekerjaan mereka, suka menciptakan lingkungan di mana orang lain bisa menjadi unggul.
Orang-orang yang sibuk, mereka ingin dihargai usaha mereka bukan untuk hasil mereka. Setiap orang memiliki hak untuk menikmati pekerjaan mereka, bukan hak untuk menikmati mobil, rumah, uang yang berasal dari pekerjaan yang baik. Produktivitas adalah tentang menghargai perjalanan menuju keunggulan, bukan setiap aktivitas pada pekerjaan tersebut.

11. Orang Sibuk Berbicara Tentang Bagaimana Mereka Akan Berubah - Orang Produktif Membuat Perubahan Itu
Orang yang produktif tidak menghabiskan waktu untuk berbicara tentang apa yang akan dia lakukan, tetapi berbicara tentang apa yang sudah mereka lakukan, apa yang telah dipelajari dan apa yang telah menjadi inspirasinya.
Jika kamu ingin menjadi orang produktif, jangan banyak habiskan waktumu untuk membicarakan sesuatu yang akan kamu lakukan. Sebaiknya dedikasikan waktumu untuk menciptakan langkah pertama. Apakah yang kamu lakukan sekarang memerlukan persetujuan orang lain? Apakah yang dapat kamu lakukan dengan sumber daya, pengetahuan dan dukungan yang kamu miliki sekarang? Lakukan apa menjadi keinginanmu sekarang. Sungguh menakjubkan, bagaimana dunia ini menghargai orang yang berhenti berbicara dan memulainya dengan sesegera mungkin.

Kita dilahirkan dengan potensi yang luar biasa. Jangan melepas potensimu dengan membuang-buang waktu dengan banyak bicara. Buatlah sesuatu yang menakjubkan. Ini adalah hadiah terindah dalam hidupmu yang diberikan oleh tuhan.

Contoh Pertanyaan Dan Jawaban Interview

Job interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Karena itu, tentu kita tahu bahwa kita harus mempersiapkan diri kita seprima mungkin, baik fisik dan mental. Dan kali ini saya akan membagikan beberapa contoh pertanyaan dan jawaban interview kerja yang mungkin akan bermanfaat nantinya.
Job interview
Selamat datang
1. Beritahukan kami tentang diri Anda?
Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka wawancara kerja, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. tips cara menjawab: Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Ketika pertanyaan ini dikeluarkan saat wawancara kerja, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. tips cara menjawab: Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini”. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa berikan)?
Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. tips cara menjawab: Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda dalam menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dsb

4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?
tips cara menjawab: Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik pada saat wawancara kerja.

5. Mengapa kami harus merekrut Anda?
Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan wawancara nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa kelemahan anda? 
Jangan pernah menjawab kalau anda orang malas atau susah bangun pagi. tips cara menjawab: Jawab dengan diplomatis, seperti “Saya kurang percaya diri jika berbicara di hadapan orang banyak, tapi saat ini saya dalam proses mengatasinya karena ini sangat berkaitan dengan karir saya ke depan dan saya yakin bisa mengatasi hal ini”, atau “Kelemahan saya kurang bisa bekerja sendiri, jadi harus membangun teamwork yang solid”. Intinya setelah mengatakan kelemahan anda, sertakan usaha yang telah anda lakukan untuk mengatasi kelemahan anda tersebut.

7.Apakah anda bersedia kerja lembur kapan saja bila diperlukan?
Jawaban untuk ini ada di anda. Jawablah dengan jujur dan berikan alasan yang tepat.

8. Pengalaman apa yang anda miliki dalam bidang ini? 
Jawab se-spesifik mungkin mengenai keahlian anda di bidang yang anda lamar. Jika tidak memiliki pengalaman yang khusus setidaknya berikan jawaban yang mendekati keahlian yang dimaksud.

9. Apakah anda bisa bekerja dalam satu tim?
Selalu jawab “Iya” dan sebutkan pengalaman yang pernah anda lakukan saat bekerja sama dengan banyak orang.

10. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?
Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. tips cara menjawab: Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

11. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?
Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

Cara Ampuh Agar Lulus Tes Psikotes

psikotes
Blog Nuzil - Saya akan berbagi pengalaman tentang cara bagaimana lulus tes psikotes saat melamar kerja. Saya pernah punya pengalaman saat tes psikotes, biasanya waktu yang ditentukan saat psikotes relatif singkat sehingga membuat saya jadi terburu-buru untuk mengerjakannya dan tidak konsen. Hasilnya, sudah bisa ditebak, saya tidak lulus.
Tujuan psikotes sendiri salah satunya yaitu untuk menggambarkan kepribadian diri seseorang. Hal ini dikaitkan ketika seseorang mencari pekerjaan, maka di adakanlah test psikotes yang bisa dijadikan salah satu tolak ukur untuk menilai kemampuan tertentu dalam sebuah pekerjaan seperti ketelitian, kreativitas dan sejenisnya. Untuk mengetahui cara agar lulus psikotes hal yang harus dipersiapkan antara lain: 
1. Belajar Sehari Sebelum Psikotes
Ada baiknya Anda belajar dahulu sebelum menghadapi psikotes. Idealnya Anda belajar sehari sebelumnya dan ulangi sekitar jam 5 pagi saat Anda ingin berangkat psikotes. Biasanya belajar di pagi hari, apa yang sudah dibaca dapat dengan mudah diingat. Pelajarilah soal yang sesuai dengan bagian pekerjaan yang sedang Anda lamar. Baca Juga: Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Benar.

2. Sebelum Tes Psikotes Istirahat Yang Cukup
Saat Anda ingin menghadapi psikotes besok, ada baiknya Anda mengistirahatkan badan Anda dengan cukup. Karena jika badan terlalu lelah atau mengantuk saat psikotes, itu akan membuat performa dan konsentrasi Anda menurun saat psikotes.

3. Ketahui Tempat Psikotes
Sebelum Anda menghadapi psikotes, disarankan Anda sudah survey tempat psikotes sehari sebelumnya. Karena jika Anda sudah mengetahui tempat psikotes, Anda berangkat pun akan tenang dan akan membuat Anda tidak terburu-buru saat berangkat. Ingat, jangan sampai terlambat saat datang psikotes karena itu akan mengurangi point Anda di mata para HRD.

4. Dengarkan Baik-baik Penjelasan Pengawas
Dengarkan dengan baik arahan dari pengawas sehingga Anda tidak salah dalam mengerjakan soal psikotes, karena biasanya setiap soal yang Anda kerjakan penjelasannya berbeda. Dan jangan malu-malu untuk bertanya pada pengawas, tapi juga jangan terlalu banyak bertanya. "Malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya malu-maluin".

5. Dahulukan Mengisi Biodata Sebelum Psikotes
Semua lembar jawaban pada umumnya dimintai biodata. Isilah terlebih dahulu biodata Anda dan isi dengan benar, karena jika Anda sudah susah-susah mengerjakan psikotes tapi biodata Anda belum lengkap itu akan mempengaruhi poin ketelitian Anda di mata pengawas.

6. Jangan Menyontek Saat Psikotes
Kalau memang sulit saat mengerjakan psikotes usahakan Anda jangan menyontek, kerjakan dulu yang memang Anda ketahui. Jika Anda sedikit saja ketahuan menyontek, saya pastikan Anda akan di blacklist dan tidak akan lulus psikotes.

Saya menyarankan sebelum mengerjakan psikotes alangkah baiknya Anda rileks dan tenang, tidak lupa juga Anda berdoa. Karena itu juga salah satu kunci kesuksesan Anda. Cukup sekian tips cara ampuh menghadapi psikotes agar lulus, semoga bermanfaat.
Kepompong Itu Telah Menjadi Kupu-Kupu

Kepompong Itu Telah Menjadi Kupu-Kupu

09 September 2013, hari bersejarah bagi dia dan hari istimewa bagi diriku. Karena pada tanggal tersebut, dia melangsungkan wisuda sarjananya setelah menembuh pendidikan selama empat tahun. Sedangkan bagiku, hari itu adalah hari pertama dimana aku bisa bertemu dengan orang tuanya setelah menjalin hubungan selama hampir empat tahun. Aku dan dia memang menjalin hubungan sebagai kekasih sejak dia diawal-awal masa perkuliahan.
Perkenalkan nama aku Noel dan dia yang disebutkan sebagai pacara aku tersebut bernama Rizka. Sebagai pasangan kekasih, umur kami terpaut tidak terlalu jauh. Mungkin bisa dibilang rentang usia kami berdua termasuk ideal, yakni tiga tahun.
Sejak pertama kali menjalin hubungan sebagai kekasih, aku dan Rizka menjalani hubungan tidak berbeda dengan pasangan kekasih lainnya. Bahkan bisa dibilang kami termasuk golongan yang sering berantem dan sangat sulit untuk akur dalam waktu yang lama. Hampir setiap kali berkomunikasi (selalu) diselangi dengan cekcok meski hanya berlangsung singkat dan akur kembali pada akhirnya. Terkadang, kalau boleh jujur, kami berdua sering merasa iri melihat pasangan lainnya yang bisa adem ayem setiap bertemu, berkomunikasi, dan hal sejenis lainnya.
Empat tahun (lebih tepatnya tiga tahun sekian bulan) tentu bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah hubungan tak resmi seperti pacaran. Dan di usia yang masih dalam tahap menuju kematangan pemikiran, tentu sangat sulit untuk bisa mempertahankan status pacaran selama itu tanpa pernah berakhir apalagi mengingat kami sama-sama memiliki sifat keras kepala dan tidak mau mengalah. Kesamaan sifat ini mungkin yang membuat kami sering cekcok, tapi, tidak pernah berakhir dengan kesepatakan putus dari kedua belah pihak.
Kembali ke awal lagi, setelah pacaran selama empat tahun, bertemu dengan orang tua dari pacar tentu hal yang sangat ditunggu-tunggu, apalagi momennya bisa dibilang menjadi momen yang dinantikan oleh kebanyakan pasangan untuk mengenalkan pasangan mereka kepada keluarganya. Dan aku pun menantikan momen tersebut dengan perasaan campur aduk, antara senang, kembira, dan juga gugup plus takut. Wajar dong, toh ini pertemuan pertama dengan keluarga dia setelah berpacaran selama itu siapa juga yang gak merasa gugup.
Gak perlu dibahas lebih lanjut gimana keadaan dan kondisi saat dimana aku bertemu dan membaur bersama orang tuanya Rizka. Intinya, orang tua mereka menerima aku dan bisa mengendalikan situasi. Mengingat aku yang pada waktu itu terlihat gugup dan kebingungan, tapi mereka bisa mencairkan suasanya. Pokoknya, pertemuan pada hari itu gak meninggaklan penyesalan deh buat aku.
Kebahiagian aku dan Rizka yang terjadi pada hari itu ternyata adalah awal dari sebuah kenyataan yang menyedihkan. Karena satu bulan pasca acara wisuda tersebut, Rizka memutuskan untuk melanjutkan kehidupannya di Ibu Kota demi mendapatkan karir yang dia inginkan. Perpisahan tidak terelakkan, ditemani Ibunya Rizka, aku harus rela melepas kepergian Rizka di bandara. Meski perpisahan ini tidak menimbulkan tetesan air mata yang mengalir di pipi, tapi percayalah, jauh di dalam hati kami berdua sedihnya tidak bisa dicupkan dengan kata-kata. Mungkin karena kami segan dengan keberadaan Ibunya Rizka disana yang membuat tangisan kami bukannya jatuh di pipi tapi jatuh kedalam membasuhi hati.
Sebulan pertama pasca perpisahan itu, komunikasi antara aku dan Rizka masih lancar seperti biasanya. Efek dari LDR (Long Distance Relationship) baru kami rasakan setelah memasuki bulan kedua. Entah ada hubungannya atau tidak, komunikasi kami mulai berkurang seiring diterimanya Rizka menjadi karyawan disalah satu bank swasta di Jakarta. Memang aku akui, aku yang memang sering tidak menghubunginya terlebih dahulu. Itu aku lakukan mengingat sebagai karyawan baru tentu dia membutuhkan kondisi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kantornya dan tidak mungkin sebagai karyawan baru lebih sering menggunakan hape dibandingkan bekerja. Berdasarkan pertimbangan itulah, akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Rizka pada sore atau malam hari saja. Tapi ternyata, Rizka tidak menerima sikap yang aku ambil tersebut dan pada akhirnya pertengkaran pun  tidak terelakkan. Dengan status LDR, sebuah pertengkaran tentu bisa berujung pada sebuah keputusan untuk mengakhir hubungan a.k.a putus.
Pasca pertengkaran tersebut, komunikasi kami semakin berkurang. Terkadang tiga hari sekali, bahkan pernah kami hanya berkomunikasi hanya satu kali dalam seminggu. Puncaknya terjadi saat Rizka mengatakan padaku bahwa ada teman sekantornya yang menyatakan perasaannya kepada dia. Sebagai seorang pria tentu aku tidak bisa menerima fakta tesebut. Tapi, dengan kesadaran seadanya aku berusaha untuk tetap tenang dan bertahan dengan kondisi seperti tersebut.
Setelah setiap kali berkomonikasi yang dibahas selalu mengenai teman sekantor dia tersebut, membuat aku yang awalnya hanya cuek, pada akhirnya bersuara. Bukannya aku tidak ingin mempertahankan hubungan yang telah kami jalin sejak lama itu, tapi aku merasa dia sepertinya nyaman dengan kondisi yang dia alami di kantor tersebut. Mau tidak mau, aku pun memutuskan menghakhiri hubungan itu. Mau gimana lagi, karena aku sadar, aku tidak bisa selalu ada disisinya saat dia membutuhkan. Aku tidak bisa melindunginya saat dia dalam bahanya. Dan aku pun tidak bisa melakukan apa-apa dengan jauhnya jarang yang memisahkan kami.
Sejak berakhirnya hubungan kami, aku dan Rizka bisa dibilang berkomunikasi seadanya saja. Ibarat kata, cuma sekadar say hay, tidak lebih dan tidak juga kurang.
Hingga pada suatu hari, aku mendapatkan kabar bahwa Rizka diterima sebagai Pegawai Negeri disalah satu lembaga kementrian. Sebagai seorang yang pernah lama dekat dengannya, aku pun ikut merasa bahagia dan mengucapkan selamat atas kelulusannya tersebut. Sejak aku dia diterimas sebagai PN itulah, aku perlahan-lahan mulai menghilang dari kehidupannya.
Bukannya aku tidak ingin ikut berbahagia dengan kondisinya sekarang, tapi aku sadar, aku yang sekarang ini belum layak untuk bersama dia. Bukan karena dia seorang PN dan aku hanya seorang pengagguran, bukan juga kerna orang tua dia membedakan kasta karena mereka memang tidak seperti itu, tidak sama sekali dan bukan itu penyebabnya. Tapi, aku memilih untuk menghilang dari kehidupannya agar dia bisa menemukan sosok yang mungkin jauh lebih baik dan layak bersanding dengan dia dibandingkan aku. Selama aku masih hadir di hidupnya, akan sulit untuk dia menemukan sosok yang pantas untuk dia.
Kepompong yang aku jaga dahulu telah menjadi kupu-kupu yang cantik, sekarang kupu-kupu itu terbang untuk menemukan bunga-bunga yang indah.
Belakangan aku mendapat kabar dari beberapa orang teman, bahwa dia telah mendapatkan seorang pengganti diriku. Aku tidak berkomentar apa-apa, karena yang bisa kulakukan sekarang ini adalah berdoa agar dia bisa menemukan seseorang yang bisa menjaga, melindungi, dan selalu ada disisinya setiap saat. Meskipun itu bukan aku, aku akan ikut bahagia untuk dia jika pada akhirnya dia menemukannya.
Back To Top