Blog Nuzil

Blog Nuzil

Libero, Ini Pilihan ku

volleyball libero
Volley Ball memang sangat identik dengan olahraga ketinggian. Olahraga dimana seseorang dengan postur tubuh yang tinggi akan sangat mudah untuk menjadi pemenang. Apakah memang sesimpel itu kesimpulan untuk olahraga tim ini ? Semakin tinggi postur yang dimiliki oleh pemain maka peluang dia untuk memenangi pertarungan di udara pun akan semakin besar. Tapi sayang, kesederhanaan kesimpulan untuk bola voli itu tidaklah berlaku umum. Hanya pendapat segelintiran orang yang tidak memandang bola voli itu dari semua sisi.
Untuk menilai permainan bola voli ini, saya akan membawa kalian kembali ke dasar permainan. Dasar dari olahraga ini adalah passing, sehebat apapun kalian melakukan smash (pukulan/spike) jika lemah dari passing, maka kalian tidak akan pernah dicap sebagai seorang pemain yang hebat. Meski memang di beberapa tempat / daerah kehebatan seorang pemain dinilai dari seberapa kuat dia bisa melakukan smash. Tapi, sekuat apapun smash yang dilakukan jika berhadapan dengan seseorang yang sangat hebat dalam melakukan passing (dan dikombinasikan dengan penempatan posisi yang baik) maka hal itu kan menjadi sia-sia. Tidak akan menghasilkan poin, ingat, tujuan utama dari permainan ini adalah untuk mencari poin.
Dari pemahaman tersebut lah maka pada akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seseorang yang ahli dalam melakukan pasing. Ya, menjadi libero adalah pilihan ku. Bukan karena postur tubuh yang membuatku memilih posisi ini. Karena banyak yang beranggapan bahwa libero itu merupakan posisi untuk pemain dengan postur tubuh pas-pasan untuk ukuran volley ball. Dengan postur 178cm, tentu aku layak untuk bersaing di posisi spiker. Apakah smash aku tidak begitu powerfull sehingga aku memilih posisi lain? atau mungkin akan ada yang mengatakan bahwa pilihan ku ini sebuah kemubaziran jika melihat postur tubuh yang aku miliki.
Aku tidak akan pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan tentang pilihanku ini, menjadi libero merupakan keinginanku melebihi apapun. Untuk masalah postur tubuh, aku teringat sebuah ucapan dalam anime Haikyu,
Aku menjadi libero bukan karena aku pendek, meskipun tinggiku dua meter, aku akan tetap menjadi seorang libero.
Nishinoya, Libero Karasuno
Ketika memutuskan untuk menjadi seorang libero, berarti aku sudah siap untuk tidak menjadi pusat perhatian. Semua mata tentu akan selalu tertuju kepada para spiker dengan dentuman smash keras mereka. Akan selalu ada sorakan untuk setiap smash yang memberikan poin, dan aku tidak pernah berharap akan mendapatkan kondisi yang sama ketika berhasil menahan sebuah smash. Bukan, bukan tepuk tangan dari penonton yang aku tunggu, tapi sebuah kepuasan pribadi yang aku rasakan ketika berhasil menggagalkan peluang lawan untuk mendapatkan poin. Dan itu adalah alasan utama ketika aku memilih libero sebagai posisi ku.
Tugas utama dari seorang libero sudah jelas mengamankan daerah pertahanan dari serangan lawan dengan cara apapun. Semua anggota tubuh yang diizinkan untuk digunakan dalam permainan harus dikerahkan untuk menjalankan tugas tersebut. Akupun sadar dan siap untuk memikul tugas serta tanggung jawab tersebut. Secara sederhana, aku telah memantapkan prinsip, yakni :
Meski tubuh ini hancur, tidak akan ku biarkan bola menyentuh lantai.
Aquilla, Libero Pidung
Meski pada akhirnya libero menjadi pilihan, aku masih memiliki banyak kekurangan. Terlebih lagi, dibandingkan dengan semua anggota tim, dari segi pengalaman di bola voli, aku sangat jauh tertinggal dari mereka semua. Hingga saat ini aku bahkan belum pernah terjun dalam pertandingan resmi. Meski di beberapa pertandingan rekan satu tim mengajak ku untuk turun bertanding, tapi aku masih menolaknya. Bukannya aku sombong karena melakukan penolakan, tapi aku sadar dengan posisi yang aku bawa. Kehadiran sosok libero itu sangat krusial di tengah pertandingan, mengingat pengalaman serta jam terbang yang aku miliki tentu aku belum siap. Ditambah lagi dengan kemampuan, pemahaman, dan penempatan posisi yang aku rasa masih belum cukup untuk turun di sebuah pertandingan resmi.
Kembali lagi ke awal mula ketertarikan ku untuk menjadi seorang libero. Semuanya terjadi dengan begitu sederhana, bahkan jauh lebih sederhana dibandingkan ketika jatuh cinta terhadap seorang wanita. Sederhananya, awal mula ketertarikan ku untuk menjadi libero terjadi sesaat setelah aku menyaksikan cuplikan kompilasi video libero terbaik dunia, Jenia Grebennikov, di youtube. Semuanya terjadi secara spontan, begitu videonya berakhir, hasrat untuk menjadi seorang libero langsung muncul dari dalam diriku. Entah mengapa tapi itulah yang terjadi.
Melihat aksi Grabennikov di video tersebut membuat bulu kuduk ku berdiri, merinding rasanya badan ini melihat setiap aksi yang dia tunjukkan. Dari dalam diri, aku bertanya, bisakah aku melebihi kemampuan yang dia miliki ? terlalu tinggi anganku? mungkin. Atau setidaknya mampukah aku memiliki level kemampuan yang sama dengan dia ? Mengingat usiaku pada saat ini, mustahil rasanya aku bisa mengatakan iya dengan impian ku itu. Hingga aku tersadar, jika tidak bisa menyamai ataupun melebihi, setidaknya aku masih memiliki jalan untuk mendekati kemampuan dia. Sebuah keinginan yang masih tetap tersimpan di dalam diri hingga saat ini.
Terlambat
Meski ada pribahasa yang mengatakan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tapi dalam dunia olahraga, usia adalah salah satu faktor pendukung kesuksesan dan usia jugalah yang membatasi kemampuan seorang pemain. Aku pun menyadari bahwa masa edarku di dunia voli ini tidaklah lama lagi. Hanya dalam hitungan tahun aku bisa menunjukkan kemampuanku di dunia pervolian. Tapi, meskipun sebentar aku tetap berambisi meninggalkan sebuah kenangan yang manis.

Lamar Saja Dia

lamar saja dia
Blog Nuzil - Namanya Via, seoarang gadis desa yang di idolai oleh banyak pria di desanya. Bisa dibilang Via adalah bunga desa yang paling mekar di desanya. Meski di desanya banyak terdapat gadis-gadis yang cantik, tapi pesona Via tidak bisa mengalihkan sebagian besar pandangan para pemuda kepada gadis lainnya. Tidak hanya satu atau dua pemuda yang menaruh hati kepada pesona seorang Via, tapi hampir sebagian besar pemuda di desa tersebut jatuh hati kepada seorang Via.
Tidak berbeda dengan pemuda lainnya, aku yang hidup lama di perantauan pun ikut “terjebak” kedalam pesona kembang desa bernama Via itu. Awalnya aku tidak begitu menaruh hati kepada dia, bahkan meski dia sering berkunjung kerumah ku bersama temannya (kebetulan teman dia masih sepupuan sama aku) aku malah cuek dan tidak peduli dengan kehadirannya. Jangankan tergoda, sekadar menyapa pun tidak aku lakukan. Jika mengingat masa-masa itu, aku terkadang jadi heran sendiri apa yang terjadi sebenarnya pada diriku pada saat itu. Grogi, gregetan, gak peduli, atau takut ? Entahlah karena aku sendiri gak bisa menjawabnya hingga saat ini.
Oh iya, sebelum terlalu jauh melangkah ada baiknya aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Nama aku Quilla, aku anak desa yang lama hidup di perantauan. Masalah usia mending jangan di bahas ya, gak enak sama yang tua-tua ntar malah merasa di ejek lagi kalau ngebahas usia (peace mas bro :-D ).
Back to the topic, awal kisah aku jatuh hati kepada si gadis bunga desa yang bernama Via ini  saat aku duduk di bangku perkuliahan. Berhubung jauhnya jarak yang memisahkan, komunikasi kami hanya bisa berlangsung melalui telepon. Selama berkomunikasi, aku dan dia tidak terdengar grogi, canggung, atau hal setipe lainnya, karena obrolan kami begitu lepas dan nyambung. You can belived it or not, pada kenyataannya saat kami bertemu di kehidupan nyata, kami justru lebih banyak diamnya dibandingkan bicaranya. Entah itu saat kami ngobrol berdua atau pun saat bersama dengan teman-teman lainnya.
Dua tahun pasca awal aku jatuh hati kepada si bunga desa bernama Via, akupun akhirnya menyelesaikan bangku perkuliahan dengan tambahan nama di belakang nama saat didaftarkan di akta kelahiran. Aku memutuskan untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia luar dan kembali ke kampung halaman. Bukannya aku ingin menjadi sarjana pengangguran apalagi menambah besar tingkat pengangguran di Indonesia, tapi aku memilih untuk menenangkan hati dan pikiran setelah sekian tahun di dunia perkuliahan.
Dimasa inilah aku mengetahui bahwa Via bukan sekadar gadis biasa. Apakah Via bisa berubah layaknya Power Rangers ? atau dia memiliki kekuatan khusus layaknya Cat Woman ? tentu saja tidak seperti itu. Via berbeda dengan kebanyakan gadis-gadis desa lainnya yang suka berdandan menor atau make-up serba berlebihan. Via lebih terlihat sederhana dengan make-up minimalis yang mana hal itu menjadikannya idola bagi para pemuda.
Hingga pada suatu hari, saat aku berkumpul dengan teman-teman dan bercanda mengenai Via. Obrolan dan candaan kami awalnya kebanyakan bohong dan ngayalnya dibandingkan kenyataan, ya namanya juga cowok kalau lagi ngumpul ya obrolannya pasti kebanyakan ngibulnya. Pembahasan mengenai Via pun tidak terelakkan, segala imajinasi pun muncul kepermukaan dari hal-hal yang diluar akal sehat hingga hal kecil yang tidak perlu dibahas.
Entah karena bosan atau bagaimana, salah seorang teman (sebut saja namanya Satria) mengusulkan bagaimana kalau diantara kami yang menaruh hati kepada Via untuk melamar saja dia langsung. Berhubung usia kami memang sudah bisa tergolong layak untuk melakukan hal tersebut. Aku yang sedari awal memang tidak begitu update dengan info yang berhubungan dengan Via merasa kaget saat Varol melanjutkan usulan dari Satria tersebut. Varol seperti menyetujui usulan Satria itu sembari menambahkan bahwa sebelumnya sudah ada beberapa orang yang melamar si Via tapi tidak ada yang berhasil meluluhkan hati Via dan orang tuanya.
Masih dalam kondisi kaget ini, Koko menyahut ucapan Varol dengan kalimat yang tergolong setengah bercanda. “Benar juga tuh, gak beberapa lama ini sudah ada beberapa orang yang melamar dia,tapi ditolak semua. Padahal terdiri dari beberpa tipe loh, ada yang jelek, ganteng, PNS, dan penggangguran. Kalau udah kayak gitu, Via doyannya cowok yang kayak gimana ya ?.” Mendengar ucapan Koko, sontak kami berlima pun tertawa kecil dengan (mungkin) menerka seperti apa tipe cowok yang menjadi impian si Via.
Usulan lamaran langsung ini ternyata membuat Gera yang dari awal lebih banyak tertawa ikut angkat bicara.  “Jika yang jelek dan ganteng aja di tolak, gimana dengan kita ya yang mau dibilang jelek gak, di bilang tampan juga gak. Jangan-jangan gak ada lagi diantara kita yang tipenya si Via itu”.
Eits….mendengar ucapan Gera yang seolah-olah mencap tampang kami pas-pasan, Varol yang orangnya memiliki tingkat kepedean paling tinggi diantara kami tidak tinggal diam, dengan sebuah gerakan cepat dia memotong ucapan Gera. “Yang ditolak sama Via itu kan mereka yang tampangnya pas-pasan. Mau dibilang jelak, jelek banget. Mau dibilang tampan tapi gak tampan. Kalau wajahnya tampan kayak aku, pasti bakalan diterima deh lamarannya sama si Via. Aku yakin banget deh bakal jadi pasangannya Via”. Tawa kami pun meledak memenuhi ruangan setelah ucapan Varol tersebut berakhir.
Aku yang sejak kami membahas mengenai lamar saja dia langsung lebih banyak diam dan tersenyum hanya bisa berfikir dan menerawang mengenai apa yang Satria ucapkan itu. Memang ada benarnya juga apa yang Satria utarakan itu, daripada hanya bermimpi untuk menjadi pasangannya kepada tidak langsung saja aku melamar Via, toh usia kami berdua pun tidak termasuk muda untuk menuju pelaminan. Ditengah lamunan aku tersebut aku tersadar satu hal yang membuat aku tidak bisa mewujudkan hal tersebut. Bukan karena aku jelek a.k.a tidak ganteng, ataupun karena kami tidak begitu akrab dikehidupan nyata, tapi status aku yang hanya seorang pengangguran inilah yang membuat aku berfikir ulang untuk melamarnya.
Tawa kami malam itu (dan renungan aku pastinya) mengenai hal yang berhubungan dengan Via berakhir seiring dengaan berbaik hatinya PLN menghidupkan listrik kembali. Jam telah menunjukkan jam 12.00 malam, kami berlima pun serempak membubarkan diri tanpa tau apa yang ada dipikiran masing-masing mengenai sebuah kalimat pendek, lamar saja Via langsung.

Perbedaan Orang Sibuk Dan Produktif

Blog Nuzil - Pada dasarnya, orang sibuk tidaklah sama dengan orang produktif. Dan orang yang merasa produktif juga tidak sama dengan orang yang menjadi produktif. Setiap orang bisa menjadi orang sibuk dan bisa menjadi produktif. Semua itu tergantung bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka. Dan berikut adalah perbedaan orang sibuk dan orang produktif.

1. Orang Sibuk Ingin Terlihat Seperti Mereka Mempunyai Misi - Orang Produktif Memiliki Misi Untuk Hidup Mereka
Orang sibuk adalah orang yang menyembunyikan keraguan tentang tujuan mereka dengan bertindak percaya diri dalam langkah-langkah mereka. Berbeda dengan orang produktif, mereka bertindak cukup jelas pada tujuan mereka. Bahkan ketika mereka ragu pada tujuannya, orang lain mampu melihat keraguannya.

2. Orang Sibuk Memiliki Banyak Prioritas - Orang Produktif Memiliki Beberapa Prioritas
Orang sibuk dan orang produktif
Skala Prioritas
Tidak ada yang terlalu sibuk, jika mereka peduli pada waktu mereka. Kesuksesan hidup ditentukan oleh prioritas. Jika kamu memiliki tiga prioritas, kamu akan lebih fokus menjalaninya. Namun, jika kamu memiliki 25 prioritas, bisa dipastikan hidupmu akan berantakan.
Orang-orang yang sukses menjalani bisnisnya, mereka tidak membuat produknya menjadi lebih baik, tetapi membangun sistem yang lebih baik agar produknya dapat menjadi lebih baik. Sebaliknya, orang-orang yang sibuk selalu berusaha untuk membuat produknya lebih baik tanpa mengembangkan sistem yang lebih baik untuk menciptakan produknya.

3. Orang Sibuk Mengatakan Ya Dengan Cepat - Orang Produktif Mengatakan Ya Dengan Perlahan
Mengatakan ya memang kedengarannya cukup mudah bagi sebagian orang. Namun jika semua hal yang ditawarkan padamu selalu kamu sanggupi, kamu akan menjadi orang yang super sibuk dan yang terjadi kamu tidak akan bisa menepati semuanya. Dengan begitu orang-orang akan kehilangan kepercayaan terhadapmu.
Berbeda dengan orang produktif, sebelum mereka menyanggupi hal-hal yang ditawarkan padanya, mereka bertanya dulu pada diri sendiri; apakah aku sanggup menerima hal itu? Apakah tawaran itu nanti bisa membuat waktuku menjadi berantakan? Setelah itu baru mereka memilih antar ya dan tidak.

4. Orang Sibuk Fokus Pada Tindakan - Orang Produktif Fokus Pada Kejelasan Sebelum Bertindak
Agar kamu bisa fokus pada tindakan yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendapat kejelasan dari tindakan yang ingin kamu lakukan. Sumber daya terbesar yang pernah memandumu dalam menjalani kehidupanmu adalah pengalaman pribadimu. Jadi jika kamu lebih fokus pada kejelasan sebelum mengambil tindakan, cara kerjamu akan menjadi lebih efektif.

5. Orang Sibuk Menjaga Semua Pintu Terbuka - Orang Produktif Menutup Pintu
Ketika kamu masih muda, melakukan banyak hal sangatlah baik agar memiliki banyak pengalaman. Belajar bahasa, belajar teknologi, pergi ke kampus, dan berbagai hal lain yang perlu untuk dipelajari. Namun pada titik tertentu, ada saatnya kamu harus melepas sebagian pilihan agar kamu bisa lebih fokus menjalani kehidupanmu. Jika tujuan kamu di tahun ini bisa menguasai pemograman web misalnya, setidaknya setahun kemudian kamu sudah harus bisa membuat sebuah website.

6. Orang Sibuk Berbicara Tentang Kesibukan Mereka - Orang Produktif Membiarkan Hasil Mereka Yang Berbicara
Ini adalah sesuatu yang harus kamu pahami. Orang sibuk selalu membicarakan kesibukan mereka seolah-olah mereka tidak ingin di ganggu. Hal itu karena mereka dituntut untuk memproduksi sesuatu. Sedangkan orang produktif tidak pernah membicarakan kesibukan mereka, mereka membiarkan hasil mereka yang berbicara.
Sebagai orang bijak tentunya tidak akan menanyakan apa yang sedang orang sibuk lakukan, tetapi bertanya tentang apa yang sudah mereka ciptakan. Hasil kinerja masa lalu adalah satu-satunya indikator yang baik dari kinerja masa depan.
Merasa produktif tidak sama dengan menjadi produktif. Ini Penting, sebagai contoh saya pribadi; aku merasa produktif jika bisa membuat postingan ini dan aku akan menjadi produktif jika postingan ini dapat membatu orang lain menjadi lebih baik.

7. Orang Sibuk Berbicara Tentang Betapa Sedikit Waktu Yang Mereka Miliki - Orang Produktif Membuat Waktu Untuk Sesuatu Yang Penting
Setiap waktu yang kita habiskan untuk beralasan tentunya tidak dihabiskan untuk menciptakan sesuatu. Jika kamu membiarkan dirimu untuk membuat alasan, kamu hanya akan pandai beralasan dengan lebih sempurna. Orang produktif tidak menggunakan waktu sebagai alasan, mereka memahami apakah tindakan yang mereka lakukan bisa efektif untuk mendukung nilai-nilai dan tujuan mereka. Jika tidak mereka tidak akan melakukannya, bahkan jika mereka tidak bekerja seharipun.
Lebih baik melakukan sesuatu dari pada tidak melakukan apa-apa memang kelihatannya baik. Namun yang terbaik, lakukanlah sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai tertinggimu. Jika tidak bukankah lebih baik kamu diam?

8. Orang Sibuk Banyak Hal Yang Dilakukan - Orang Produktif Fokus Pada Beberapa Hal
Orang-orang produktif memahami pentingnya fokus pada tujuan mereka. Apakah kamu pernah mengetahui teknik pomodoro?. Teknik ini mungkin terlihat brutal bagi yang belum terbiasa, namun sangatlah efektif.

9. Orang Sibuk Merespon Dengan Cepat Semua Notification - Orang Produktif Mengambil Waktu Mereka
Saat ini banyak sekali notification atau pemberitahuan yang muncul dari berbagai aplikasi seperti; jejaringan sosial, website, email dan lain-lain. Notification adalah prioritas orang lain, dan bukanlah milikmu. Jika kamu menanggapi semuanya, kamu hanya akan menjadi orang yang selalu memprioritaskan orang lain tanpa berfikir untuk waktumu sendiri.

10. Orang Sibuk Ingin Orang Lain Menjadi Sibuk - Orang Produktif Ingin Orang Lain Menjadi Efektif
Kebanyakan dalam dunia kerja di Indonesia, seorang manajer atau bos mengukur kerja anak buahnya dengan aktivitas. Berbeda dengan manager yang produktif, tolak ukur mereka adalah hasil dari pekerjaan tersebut. Manager sibuk, tidak membiarkan anak buahnya santai, memiliki banyak waktu dan tidak mempedulikan apakah anak buahnya menikmati pekerjaan atau tidak. Manager produktif suka melihat orang lain menikmati pekerjaan mereka, suka menciptakan lingkungan di mana orang lain bisa menjadi unggul.
Orang-orang yang sibuk, mereka ingin dihargai usaha mereka bukan untuk hasil mereka. Setiap orang memiliki hak untuk menikmati pekerjaan mereka, bukan hak untuk menikmati mobil, rumah, uang yang berasal dari pekerjaan yang baik. Produktivitas adalah tentang menghargai perjalanan menuju keunggulan, bukan setiap aktivitas pada pekerjaan tersebut.

11. Orang Sibuk Berbicara Tentang Bagaimana Mereka Akan Berubah - Orang Produktif Membuat Perubahan Itu
Orang yang produktif tidak menghabiskan waktu untuk berbicara tentang apa yang akan dia lakukan, tetapi berbicara tentang apa yang sudah mereka lakukan, apa yang telah dipelajari dan apa yang telah menjadi inspirasinya.
Jika kamu ingin menjadi orang produktif, jangan banyak habiskan waktumu untuk membicarakan sesuatu yang akan kamu lakukan. Sebaiknya dedikasikan waktumu untuk menciptakan langkah pertama. Apakah yang kamu lakukan sekarang memerlukan persetujuan orang lain? Apakah yang dapat kamu lakukan dengan sumber daya, pengetahuan dan dukungan yang kamu miliki sekarang? Lakukan apa menjadi keinginanmu sekarang. Sungguh menakjubkan, bagaimana dunia ini menghargai orang yang berhenti berbicara dan memulainya dengan sesegera mungkin.

Kita dilahirkan dengan potensi yang luar biasa. Jangan melepas potensimu dengan membuang-buang waktu dengan banyak bicara. Buatlah sesuatu yang menakjubkan. Ini adalah hadiah terindah dalam hidupmu yang diberikan oleh tuhan.

Contoh Pertanyaan Dan Jawaban Interview

Job interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Karena itu, tentu kita tahu bahwa kita harus mempersiapkan diri kita seprima mungkin, baik fisik dan mental. Dan kali ini saya akan membagikan beberapa contoh pertanyaan dan jawaban interview kerja yang mungkin akan bermanfaat nantinya.
Job interview
Selamat datang
1. Beritahukan kami tentang diri Anda?
Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka wawancara kerja, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. tips cara menjawab: Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Ketika pertanyaan ini dikeluarkan saat wawancara kerja, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. tips cara menjawab: Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini”. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa berikan)?
Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. tips cara menjawab: Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda dalam menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dsb

4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?
tips cara menjawab: Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik pada saat wawancara kerja.

5. Mengapa kami harus merekrut Anda?
Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan wawancara nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa kelemahan anda? 
Jangan pernah menjawab kalau anda orang malas atau susah bangun pagi. tips cara menjawab: Jawab dengan diplomatis, seperti “Saya kurang percaya diri jika berbicara di hadapan orang banyak, tapi saat ini saya dalam proses mengatasinya karena ini sangat berkaitan dengan karir saya ke depan dan saya yakin bisa mengatasi hal ini”, atau “Kelemahan saya kurang bisa bekerja sendiri, jadi harus membangun teamwork yang solid”. Intinya setelah mengatakan kelemahan anda, sertakan usaha yang telah anda lakukan untuk mengatasi kelemahan anda tersebut.

7.Apakah anda bersedia kerja lembur kapan saja bila diperlukan?
Jawaban untuk ini ada di anda. Jawablah dengan jujur dan berikan alasan yang tepat.

8. Pengalaman apa yang anda miliki dalam bidang ini? 
Jawab se-spesifik mungkin mengenai keahlian anda di bidang yang anda lamar. Jika tidak memiliki pengalaman yang khusus setidaknya berikan jawaban yang mendekati keahlian yang dimaksud.

9. Apakah anda bisa bekerja dalam satu tim?
Selalu jawab “Iya” dan sebutkan pengalaman yang pernah anda lakukan saat bekerja sama dengan banyak orang.

10. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?
Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. tips cara menjawab: Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

11. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?
Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

Cara Ampuh Agar Lulus Tes Psikotes

psikotes
Blog Nuzil - Saya akan berbagi pengalaman tentang cara bagaimana lulus tes psikotes saat melamar kerja. Saya pernah punya pengalaman saat tes psikotes, biasanya waktu yang ditentukan saat psikotes relatif singkat sehingga membuat saya jadi terburu-buru untuk mengerjakannya dan tidak konsen. Hasilnya, sudah bisa ditebak, saya tidak lulus.
Tujuan psikotes sendiri salah satunya yaitu untuk menggambarkan kepribadian diri seseorang. Hal ini dikaitkan ketika seseorang mencari pekerjaan, maka di adakanlah test psikotes yang bisa dijadikan salah satu tolak ukur untuk menilai kemampuan tertentu dalam sebuah pekerjaan seperti ketelitian, kreativitas dan sejenisnya. Untuk mengetahui cara agar lulus psikotes hal yang harus dipersiapkan antara lain: 
1. Belajar Sehari Sebelum Psikotes
Ada baiknya Anda belajar dahulu sebelum menghadapi psikotes. Idealnya Anda belajar sehari sebelumnya dan ulangi sekitar jam 5 pagi saat Anda ingin berangkat psikotes. Biasanya belajar di pagi hari, apa yang sudah dibaca dapat dengan mudah diingat. Pelajarilah soal yang sesuai dengan bagian pekerjaan yang sedang Anda lamar. Baca Juga: Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Benar.

2. Sebelum Tes Psikotes Istirahat Yang Cukup
Saat Anda ingin menghadapi psikotes besok, ada baiknya Anda mengistirahatkan badan Anda dengan cukup. Karena jika badan terlalu lelah atau mengantuk saat psikotes, itu akan membuat performa dan konsentrasi Anda menurun saat psikotes.

3. Ketahui Tempat Psikotes
Sebelum Anda menghadapi psikotes, disarankan Anda sudah survey tempat psikotes sehari sebelumnya. Karena jika Anda sudah mengetahui tempat psikotes, Anda berangkat pun akan tenang dan akan membuat Anda tidak terburu-buru saat berangkat. Ingat, jangan sampai terlambat saat datang psikotes karena itu akan mengurangi point Anda di mata para HRD.

4. Dengarkan Baik-baik Penjelasan Pengawas
Dengarkan dengan baik arahan dari pengawas sehingga Anda tidak salah dalam mengerjakan soal psikotes, karena biasanya setiap soal yang Anda kerjakan penjelasannya berbeda. Dan jangan malu-malu untuk bertanya pada pengawas, tapi juga jangan terlalu banyak bertanya. "Malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya malu-maluin".

5. Dahulukan Mengisi Biodata Sebelum Psikotes
Semua lembar jawaban pada umumnya dimintai biodata. Isilah terlebih dahulu biodata Anda dan isi dengan benar, karena jika Anda sudah susah-susah mengerjakan psikotes tapi biodata Anda belum lengkap itu akan mempengaruhi poin ketelitian Anda di mata pengawas.

6. Jangan Menyontek Saat Psikotes
Kalau memang sulit saat mengerjakan psikotes usahakan Anda jangan menyontek, kerjakan dulu yang memang Anda ketahui. Jika Anda sedikit saja ketahuan menyontek, saya pastikan Anda akan di blacklist dan tidak akan lulus psikotes.

Saya menyarankan sebelum mengerjakan psikotes alangkah baiknya Anda rileks dan tenang, tidak lupa juga Anda berdoa. Karena itu juga salah satu kunci kesuksesan Anda. Cukup sekian tips cara ampuh menghadapi psikotes agar lulus, semoga bermanfaat.
Back To Top